Kamis, 14 Mei 2009

BLACK HOLE

BLACK HOLE

Apakah Blackhole itu? Bagaimana terjadinya Blackhole? Jika Blackhole dapat menarik benda di sekitarnya, apakah blackhole berbahaya?

Bintang-bintang di alam semesta (jauh lebih besar daripada matahari) tidak akan lenyap dalam periode jutaan tahun seperti massa yang lebih kecil. Bintang-bintang itu baru lenyap bila terjadi ledakan nuklir yang sangat besar. Ledakan yang dikenal sebagai supernova terjadi bila gravitasi bintang menjadi sangat kuat sehingga menghancurkan dirinya sendiri.

Tetapi pada beberapa bintang, gravitasinya amat besar sehingga penghancuran terus menerus terjadi, merusak segala sesuatu di dalamnya. Kepadatan benda itu terus meningkat dan memaksa gravitasi terus meningkat pula, sampai tak ada satupun yang bebas dari pengaruhnya, bahkan cahaya sekalipun. Hasilnya adalah “Blackhole” alias Lubang Hitam. Apapun yang masuk ke dalam tarikan gravitasi objek tersebut tidak bisa melarikan diri. Meskipun tak tampak, lubang hitam bisa dideteksi dengan satelit sinar-X.

Lubang hitam pertama ditemukan di sistem perbintangan Cygnus tahun 1972.



GLOBAL WARMING

GLOBAL WARMING

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 - yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global

Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.

Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 - 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb - 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri. Lalu bagaimana dampak Global Warming bagi kehidupan?


KONFERENSI KELAUTAN

KONFERENSI KELAUTAN


Manado - Manado mengguncang dunia. Untuk pertama kalinya di dunia, kota yang dikenal dengan sebutan "Kota Tinutuhan" alias "Bubur Manado" ini, menggelar even internasional bidang kelautan. Even yang bertajuk World Ocean Conference (WOC) ini, berlangsung mulai Senin-Jumat (11-15/5/2009) di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara.
Acara yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari 121 negara ini, akan membahas lima agenda pokok. Pertama, Coral Triangle Initiative (CTI Summit) untuk mencanangkan konverensi dan preservasi terumbu karang di wilayah segitiga terumbu. Sesi acara ini diikuti oleh enam negara yakni, Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Solomon Islan dan Timor Leste.

Kedua, Ocean Science, Teknology and Polecy Simposium. Merupakan ajang pertemuan ilmuwan kelautan dan pemegang kekuasaan bidang kelautan di seluruh dunia. Pada simposium ini akan diadakan sekitar 35 sesi pertemuan yang diikuti oleh 1.500 peserta dari seluruh dunia.

Ketiga, Ocean Science, Technology, and Industry Kelautan Exhibition. Merupakan ajang pameran ilmu, teknologi dan industri kelautan yang diikuti oleh 60 negara.

Keempat, Pekan Pembangunan dan Budaya Sulawesi Utara, sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah pada dunia internasional.

Kelima, Bunaken as UNESCO Worl Natural Heritage Site. Sebagai sarana untuk mendorong agar taman laut Bunaken menjadi warisan dunia dan pelestariannya menjadi tanggungjawab dunia juga.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Ir Sarwono Kusumaatmadja di sela-sela pertemuan kepada wartawan menyatakan, selain membahas perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan industri kelautan, konferensi ini juga memiliki arti penting bagi pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Menurutnya, lestarinya lingkungan laut, pulau-pulau kecil dan sekitarnya dengan sendirinya harus menyertakan masyarakat di sekitarnya. "Tanpa memberdayakan masyarakat pesisir dan nelayan, kelestarian lingkungan laut dan pulau-pulau kecil tak akan berhasil," pungkasnya.

PeNGuasa Hati


PENGUASA HATI


Home Music Music Album Penguasa Hati Sebuah Sensasi Baru Dari Ungu
Album Penguasa Hati Sebuah Sensasi Baru Dari Ungu

Sebagai hits maker rupanya Ungu selalu berinovasi serta tanggap dengan selera pasar. Beberapa bulan ini kancah musik Indonesia di ramaikan dengan munculnya band-band baru yang bernuansa musik melayu seperti ST12, Wali dll. Ungu pun tidak ketinggalan menghadapi fenomena ini.
Melalui Album terbarunya Penguasa Hati yang di Launch Rabu, 29 April 2009 lalu Ungu juga memasukkan unsur melayu. Rupanya Ungu ingin menguasai hati para pecinta dangdut melalui hits singlenya Hampa Hatiku dengan menggandeng penyanyi dangdut Iis Dahlia serta Rapper dari kurcaci menyanyikan beberapa bait di lagunya ini.

"Saya memilih Iis Dahlia karena karakter suaranya yang paling cocok di bandingkan dengan penyanyi dangdut lainnya ," ujar Pasha saat preskon.

Kejutan lain hadir dalam lagu Badai Kini Berlalu. Lagu up beat karya 5 anak muda ini dibawakan oleh Enda. Lagu tersebut dihadirkan dalam konsep sound yang kental akan distorsi yang eksploratif. Gitaris Ungu ini bernyanyi full. Sementara Pasha, hanya mem back up nya dari belakang. Konon, lagu ini merupakan tembang yang dibuat kelima personil Ungu melalui proses jamming. Sebuah kejadian yang tidak biasa pula tentunya.

Masih seputar materi album, ada 2 lagu Ungu yang liriknya tidak biasa. Lagu tersebut bertajuk Indonesiaku dan Yang Pertama. Kalau bicara lirik cinta, mungkin secara tersirat tidak ada di dalam lagu tersebut. Tapi jika digali lebih dalam, ternyata anak - anak Ungu sangat mencintai negeri ini. Kedua lagu tersebut dibuat dalam komposisi lagu yang beat-nya middle up. "Konsep cover album ini mengangkat tema adventure. Lazimnya, ada sebuah lagu tentang adeventure di dalamnya untuk menjelaskan konsep tersebut. Dan lagu Indonesiaku merupakan lagu yang menjelaskan tema adventure," pungkas Oncy sang gitaris. Next >




KaKa'2-Q





Jumat, 10 April 2009

KnAkalan RemaJa

Kenakalan Remaja

Remaja kata itu mengandung aneka kesan, ada orang berkata bahwa remaja merupakan kelompok yang biasa saja, tiada beda dengan kelompok manusia yang lain. Remaja dalam taraf pematangan sosial menghadapi proses belajar penyesuaian diri pada kehidupan sosial orang dewasa. Tetapi remaja sebagai kelompok manusia yang penuh potensi dan selaku tunas harapan bangsa telah mengalami degradasi moral yang cukup berarti bagi kelangsungan hidup kaum remaja itu. Kita sering mendengar atau melihat sendiri tentang kasus-kasus yang terjadi pada anak-anak remaja kita, seperti balap liar yang diisi dengan taruhan uang, perkelahian antar pelajar, masalah narkoba, tindak pencurian sepeda motor atau yang lainnya, perbuatan-perbuatan tersebut menimbulkan keresahan sosial bagi kehidupan masyarakat.
Berkaitan dengan hal diatas peneliti bermaksud ingin mengetahui : 1. apakah komunikasi keluarga berpengaruh terhadap kenakalan remaja. 2. seberapa besar komunikasi keluarga berpengaruh terhadap kenakalan remaja .
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh komunikasi keluarga terhadap kenakalan remaja di kelurahan karang besuki malang, dan jika ada seberapa besar pengaruh komunikasi keluarga terhadap kenakalan remaja tersebut.
Adapun tipe penelitian yang digunakan adalah eksplanatif yang fokusnya terletak pada penjelasan hubungan antara variabel-variabel yang telah ditetapkan, yaitu komunikasi keluarga dan kenakalan remaja.
Didalam penelitian ini mengunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif, dimana terdapat dua variabel yang antara lain variabel independen ( variabel X ) yaitu komunikasi keluarga dan variable dependen ( variabel Y ) yaitu kenakalan remaja.
Sedangkan populasi penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anak remaja yang berusia antara 16 sampai 18 tahun sebanyak 400 remaja, dan sampelnya diambil dengan mengunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu teknik penentuan sample untuk tujuan tertentu saja ( sampel dianggap memiliki ciri-ciri atau kriteria tesendiri ), yaitu sebanyak 100 remaja laki-laki.
Untuk teknik pengumpulan datanya mengunakan metode pengumpulan data angket dan dokumentasi sebagai pelengkap data. Data yang diperoleh dihitung secara statistik dengan mengunakan rumus regresi linier sederhana untuk menguji ada tidaknya pengaruh dan memprediksikan besarnya sumbangan variable X terhadap variable Y, yaitu :
Y = a bx
Berdasarkan hasil yang diperoleh F hitung > F tabel yaitu 25,478 > 3,94 ; maka hipotesis yang diajukan dapat diterima, yaitu ada pengaruh komunikasi keluarga terhadap kenakalan remaja sebesar 20,6%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan komunikasi keluarga yang dilakukan secara terus menerus ternyata berpengaruh nyata terhadap kenakalan remaja. Hal ini berarati dimana semakin tinggi komunikasi keluarga maka kenakalannya semakin rendah

Po3tRY

TerNyata HtiQ tak bisa BerDusta


Meski ku coba melupakan mu
Tetap tak bisa ku menghapusmu
Tulus cintaku telah kuberikan padamu

Ku takan sesali mencintai dirimu
Wanita terindah pernah jadi mimpiku
Tak pernah menyesal mengenal dirimu
Walau Jalan yang kutempuh tak tertuju padamu

Meskipun kini kau kuhindari
Tapi hatiku tak bisa kupungkiri
Maaf ku terlalu mencintaimu
Ku mencintaimu karena hatiku mencintaimu

Telah terukir dirimu dalam hatiku
Telah terangkai mimpi-mimpiku bersamu
Bila kumiliki dirimu untuk bahagia
Tak ada niatku untuk pernah melukaimu

Tak pernah kupahami rasa ini
Walaupun selalu kuterima lelah dan duka karena menyayangimu
Tapi perihku selalu membuatku bahagia
Biarlah tetap terjaga rasa ini hingga akhir nafasku ini


;;

dEngan NafasMu COY

My Favorite SONG